Kamis, 02 Januari 2020

MERANCANG BOX SUWOOFER

BOX SUBWOOFER

box subwoofer

Beberapa tips untuk membuat box subwoofer yang bagus.
Pertama kali perencanaan membuat subwoofer yaitu harus mengetahui dulu spesifikasi subwoofer yang akan kita buatkan bok yang paling penting adalah volume box yang telah direkomendasikan oleh produsen subwoofer tersebut, besar kecilnya box subwoofer biasanya tergantung dari tiap tiap tipe subwoofer/berbeda beda dan spesifikasi itu bisa dilihat didata manualnya atau kalau tidak ada buku manualnya kita bisa browsing dari merk dan serinya, tetapi banyak juga produk produk subwoofer entery level/murah yang tidak memberikan data spesifikasinya, tentu saja ini tugas bagi kita untuk mengira ngira ukuran dan model box apa yang cocok untuk box subwoofer tersebut, akan tetapi diluar itu kita bisa mengatisipasi bila kita mengetahui cara cara membuat box subwoofer yang sesuai dengan aturannya
Langkah langkah yang harus direncanakan untuk membuat box subwoofer.
Tentang bahan box subwoofer, apa yang perlu kita ketahui tentang bahan box subwoofer, karena reproduksi sebuah subwoofer lebih bertenaga dibandingkan dengan woofer midrange dan tweeter maka secara umum box subwoofer harus dirancang lebih kokoh dan kuat terhadap tekanan udara atau tahan getaran dan solusi secara sederhana para instalatur atau audio desainer pasti menyarankan menggunakan bahan yang tebal dan kuat, itu 90% bisa dikatakan benar atau lebih bagus,tetapi menurut saya pribadi ada tambahan masukan untuk pendapat itu karena setiap bahan memiliki sifat sifat akustik yang berbeda beda jadi tidak hanya butuh kuat dan tebal.
Mengenal sifat akustik bahan box subwoofer, kita banyak menjumpai macam macam box subwoofer yang terbuat dari bahan yang berbeda beda ada yang dari kayu, partikel/MDF, mika, fiber dan lain lain, yang pasti semua telah diuji standarnya dari pabrikannya.
Jadi apabila kita merencanakan  membuat sebuah box subwoofer, pilih bahan yang sifat akustiknya harus kita prediksi cocok dan suport dengan driver subwoofer kita.
Cara paling sederhana untuk mengetahui sifat akustik yang cocok untuk membuat box subwoofer ataupun woofer yang bertenaga besar/kuat.
Contoh anda mempunyai 2 buah lembaran kayu misalkan kayu A dan kayu B dengan bahan yang berbeda, tetapi mempunyai ukuran yang sama panjang lebar dan ketebalan yang sama juga, pukul atau ketok dengan apa saja dari kayu A dan kayu B, dengarkan dan pilih antara kayu A dan kayu B apabila kayu A dipukul bunyinya dokk dokk dokk ( misal 200Hz ) dan kayu B dipukul bunyinya dhukk dhukk dhukk ( misal 100Hz ) bisa dipastikan sifat akustiknya yang cocok diaplikasikan untuk membuat box subwoofer adalah bahan dari kayu B.
Kenapa demikian, karena setiap box subwoofer sekuat apapun pasti mendapat rambatan energi dari suara yang dihasilkan dari driver subwoofer dan akan menimbulkan energi juga terhadap bok, karena subwoofer dominan bekerja difrequensi rendah maka akustik bahan box subwoofer jangan memilih bahan yang sifat akustiknya mudah menimbulkan frequnsi tinggi.
Ciri ciri bahan yang mudah menimbulkan frequensi tinggi dan distorsi biasanya karena bahan dasar terlalu keras, bahan dasar terlalu tipis/kurang tebal, bahan dasar berlapis

Tip selanjutnya penyambungan papan,saya sarankan setiap sisi atau sudut box harus benar benar terhubung dengan rapat dan kuat karena sirkulasi udara di dalam subwoofer sangat kuat jadi dipastikan tidak ada rongga atau kebocoran pada setiap sisi dan sudut sudut box subwoofer,
cara paling sederhana adalah menambahkan lem perekat pada setiap sisi dan sudut box subwoofer
membuat box subwoofer
Penambahan ring atau sil paking pada speaker yang merekat pada box.
Hal ini untuk mengatisipasi kebocoran udara yang melewati skat antara ring subwoofer dan box, karena sifatnya bisa disamakan dengan air, ada celah sedikit saja udara juga bisa bocor dan bahan yang paling cocok untuk ring ini adalah yang bersifat elastik dan fleksibel contoh yang sering digunakan adalah karet dan busa.
Memilih konektor kabel speaker yang rapat dan kuat, hal ini juga mengatisipasi adanya kebocoran udara dari bagian konector, jangan menggunakan bahan yang mudah menimbulkan efek akustik, misalnya dudukan konector yang terlalu besar atau terlalu tipis.
jika anda memasang kabel tanpa konektor gunakan lem silikon untuk mengisi antara celah kabel dan box. Intinya hindari juga kebocoran udara pada bagian ini.
membuat box subwoofer
Hindari driver subwoower pada posisi yang simetris atau di titk tengah bok pada ukuran bok yang presisi/simetris, contoh apabila ukuran yang ditentukan lebarnya 60x60=3600 anda bisa merubahnya dengan 64x56,25=3600.
box subwoofer

Akan tetapi ababila anda mengininkan ukuran box yang bentuknya presisi/simetris dengan ukuran panjang lebar dan tinggi yang sama saya anjurkan ada memasan skat tranmision ataupun penambahan glasswool yang cukup.
sepetrti pada gambar dibawah ini.
box subwoofer
Hal ini untuk mengantisipasi dari pantulan gelombang fase bertemu pada satu titik


Rabu, 01 Januari 2020

FUNGSI CROSSOVER

FUNGSI CROSSOVER PADA INSTALASI AUDIO

fungsi crossover pada audio

Crossover adalah alat untuk filter atau membagi frequensi. Tujuan utama pemakaian crossover adalah agar frequensi yang masuk ke speaker dapat sesuai dengan spesifikasi speaker yang terinstalasi.
Saya contohkan seperti gambar seperti gambar di bawah ini

setting crossover


 sebagai contoh sebuah speaker midrange/midbass dengan spesifikasi 40 Hz - 5000 Hz berarti speaker ini tidak diperbolekan kemasukan frequensi 40 Hz ke bawah ( 35-30- 25 Hz dan seterusnya ) dan juga tidak boleh kemasukan frequensi tinggi diatas 5000 Hz ( 6000-7000-8000 Hz dan seterusnya ) karena speaker dengan spesifikasi diatas hanya dapat bekerja optimal direntang frequensi antara 40 Hz sampai dengan 5000 Hz. Dalam
prakteknya berarti kita bisa mensettingnya dengan LPF = 40 Hz dan HPF = 5000 Hz

Apa yang dimaksud dengan LPF, HPF dan BPF
1. LPF ( Low Pass Filter ) adalah meloloskan frequensi redah dan menahan frequensi tinggi yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke woofer atau subwoofer
2. HPF ( High Pass Filter ) adalah meloloskan frequensi tinggi dan menahan frequensi rendah yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke tweeter atau super tweeter
3. BPF ( Band Pass Filter ) adalah gabungan dari LPF dan HPF, artinya BPF ( Band Pass Filter ) adalah meloloskan dan menahan frequensi tinggi dan rendah atau bisa diartikan memfilter frequensi medium.
Yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke midrange atau midbass.
fungsi crossover

Crossover dapat diaplikasikan dalam sistem aktif dan pasif, dalam sistem aktif berarti pembagian frequensinya atau pengaturan  LPF ( Low Pass Filter ) dan HPF ( High Pass Filter ) disetting sebelum masuk ke power ampli, sedangkan dalam sistem pasif pengaturan LPF ( Low Pass Filter ) dan HPF ( High Pass Filter ) diaplikasikan setelah power ampli. ( Lihat gambar berikut )

actif crossover
fungsi crossover

Uraian singkat perbedaan crossover aktif dan crossover pasif. Dalam sistem aktif  pembagian frequensinya masih dalam bentuk audio lemah jadi tiap kanal output-nya masih dikuatkan lagi dengan power ampli, sedangkan dalam sistem pasif sistem pembagian frequensinya hasil dari output power ampli

Kelebihan dan kekurangan sistem aktif dan sistem pasif.
Kelebihan pada sistem crossover aktif, mudah dalam tuning atau setting tiap pembagian frequensinya, mudah diaplikasikan untuk semua jenis speaker ( mengikuti spesifikasi speaker ) output dari power ampli bisa bekerja maksimal.
Kekurangan/kerugian menggunakan sistem aktif, instalasinya lebih ribet karena lebih banyak menggunakan perangkat yang terpisah pisah, riskan terhadap nois dan distorsi dari sistem instalasinya, bukan merupakan instalasi pendek
Kelebihan pada sistem crossover pasif, mudah dalam instalasinya, bisa menghasilkan suara yang lebih natural karena bisa diaplikasikan keinstalasi pendek, lebih aman dari nois dan distorsi
Kekurangan/kerugian menggunakan sistem pasif, tidak cocok untuk penggantian speaker yang beda spesifikasi, mengurangi energi dari power ampli karena terbebani oleh komponen komponen pasif yang ada pada crossover