Kamis, 02 Januari 2020

MERANCANG BOX SUWOOFER

BOX SUBWOOFER

box subwoofer

Beberapa tips untuk membuat box subwoofer yang bagus.
Pertama kali perencanaan membuat subwoofer yaitu harus mengetahui dulu spesifikasi subwoofer yang akan kita buatkan bok yang paling penting adalah volume box yang telah direkomendasikan oleh produsen subwoofer tersebut, besar kecilnya box subwoofer biasanya tergantung dari tiap tiap tipe subwoofer/berbeda beda dan spesifikasi itu bisa dilihat didata manualnya atau kalau tidak ada buku manualnya kita bisa browsing dari merk dan serinya, tetapi banyak juga produk produk subwoofer entery level/murah yang tidak memberikan data spesifikasinya, tentu saja ini tugas bagi kita untuk mengira ngira ukuran dan model box apa yang cocok untuk box subwoofer tersebut, akan tetapi diluar itu kita bisa mengatisipasi bila kita mengetahui cara cara membuat box subwoofer yang sesuai dengan aturannya
Langkah langkah yang harus direncanakan untuk membuat box subwoofer.
Tentang bahan box subwoofer, apa yang perlu kita ketahui tentang bahan box subwoofer, karena reproduksi sebuah subwoofer lebih bertenaga dibandingkan dengan woofer midrange dan tweeter maka secara umum box subwoofer harus dirancang lebih kokoh dan kuat terhadap tekanan udara atau tahan getaran dan solusi secara sederhana para instalatur atau audio desainer pasti menyarankan menggunakan bahan yang tebal dan kuat, itu 90% bisa dikatakan benar atau lebih bagus,tetapi menurut saya pribadi ada tambahan masukan untuk pendapat itu karena setiap bahan memiliki sifat sifat akustik yang berbeda beda jadi tidak hanya butuh kuat dan tebal.
Mengenal sifat akustik bahan box subwoofer, kita banyak menjumpai macam macam box subwoofer yang terbuat dari bahan yang berbeda beda ada yang dari kayu, partikel/MDF, mika, fiber dan lain lain, yang pasti semua telah diuji standarnya dari pabrikannya.
Jadi apabila kita merencanakan  membuat sebuah box subwoofer, pilih bahan yang sifat akustiknya harus kita prediksi cocok dan suport dengan driver subwoofer kita.
Cara paling sederhana untuk mengetahui sifat akustik yang cocok untuk membuat box subwoofer ataupun woofer yang bertenaga besar/kuat.
Contoh anda mempunyai 2 buah lembaran kayu misalkan kayu A dan kayu B dengan bahan yang berbeda, tetapi mempunyai ukuran yang sama panjang lebar dan ketebalan yang sama juga, pukul atau ketok dengan apa saja dari kayu A dan kayu B, dengarkan dan pilih antara kayu A dan kayu B apabila kayu A dipukul bunyinya dokk dokk dokk ( misal 200Hz ) dan kayu B dipukul bunyinya dhukk dhukk dhukk ( misal 100Hz ) bisa dipastikan sifat akustiknya yang cocok diaplikasikan untuk membuat box subwoofer adalah bahan dari kayu B.
Kenapa demikian, karena setiap box subwoofer sekuat apapun pasti mendapat rambatan energi dari suara yang dihasilkan dari driver subwoofer dan akan menimbulkan energi juga terhadap bok, karena subwoofer dominan bekerja difrequensi rendah maka akustik bahan box subwoofer jangan memilih bahan yang sifat akustiknya mudah menimbulkan frequnsi tinggi.
Ciri ciri bahan yang mudah menimbulkan frequensi tinggi dan distorsi biasanya karena bahan dasar terlalu keras, bahan dasar terlalu tipis/kurang tebal, bahan dasar berlapis

Tip selanjutnya penyambungan papan,saya sarankan setiap sisi atau sudut box harus benar benar terhubung dengan rapat dan kuat karena sirkulasi udara di dalam subwoofer sangat kuat jadi dipastikan tidak ada rongga atau kebocoran pada setiap sisi dan sudut sudut box subwoofer,
cara paling sederhana adalah menambahkan lem perekat pada setiap sisi dan sudut box subwoofer
membuat box subwoofer
Penambahan ring atau sil paking pada speaker yang merekat pada box.
Hal ini untuk mengatisipasi kebocoran udara yang melewati skat antara ring subwoofer dan box, karena sifatnya bisa disamakan dengan air, ada celah sedikit saja udara juga bisa bocor dan bahan yang paling cocok untuk ring ini adalah yang bersifat elastik dan fleksibel contoh yang sering digunakan adalah karet dan busa.
Memilih konektor kabel speaker yang rapat dan kuat, hal ini juga mengatisipasi adanya kebocoran udara dari bagian konector, jangan menggunakan bahan yang mudah menimbulkan efek akustik, misalnya dudukan konector yang terlalu besar atau terlalu tipis.
jika anda memasang kabel tanpa konektor gunakan lem silikon untuk mengisi antara celah kabel dan box. Intinya hindari juga kebocoran udara pada bagian ini.
membuat box subwoofer
Hindari driver subwoower pada posisi yang simetris atau di titk tengah bok pada ukuran bok yang presisi/simetris, contoh apabila ukuran yang ditentukan lebarnya 60x60=3600 anda bisa merubahnya dengan 64x56,25=3600.
box subwoofer

Akan tetapi ababila anda mengininkan ukuran box yang bentuknya presisi/simetris dengan ukuran panjang lebar dan tinggi yang sama saya anjurkan ada memasan skat tranmision ataupun penambahan glasswool yang cukup.
sepetrti pada gambar dibawah ini.
box subwoofer
Hal ini untuk mengantisipasi dari pantulan gelombang fase bertemu pada satu titik


Rabu, 01 Januari 2020

FUNGSI CROSSOVER

FUNGSI CROSSOVER PADA INSTALASI AUDIO

fungsi crossover pada audio

Crossover adalah alat untuk filter atau membagi frequensi. Tujuan utama pemakaian crossover adalah agar frequensi yang masuk ke speaker dapat sesuai dengan spesifikasi speaker yang terinstalasi.
Saya contohkan seperti gambar seperti gambar di bawah ini

setting crossover


 sebagai contoh sebuah speaker midrange/midbass dengan spesifikasi 40 Hz - 5000 Hz berarti speaker ini tidak diperbolekan kemasukan frequensi 40 Hz ke bawah ( 35-30- 25 Hz dan seterusnya ) dan juga tidak boleh kemasukan frequensi tinggi diatas 5000 Hz ( 6000-7000-8000 Hz dan seterusnya ) karena speaker dengan spesifikasi diatas hanya dapat bekerja optimal direntang frequensi antara 40 Hz sampai dengan 5000 Hz. Dalam
prakteknya berarti kita bisa mensettingnya dengan LPF = 40 Hz dan HPF = 5000 Hz

Apa yang dimaksud dengan LPF, HPF dan BPF
1. LPF ( Low Pass Filter ) adalah meloloskan frequensi redah dan menahan frequensi tinggi yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke woofer atau subwoofer
2. HPF ( High Pass Filter ) adalah meloloskan frequensi tinggi dan menahan frequensi rendah yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke tweeter atau super tweeter
3. BPF ( Band Pass Filter ) adalah gabungan dari LPF dan HPF, artinya BPF ( Band Pass Filter ) adalah meloloskan dan menahan frequensi tinggi dan rendah atau bisa diartikan memfilter frequensi medium.
Yang umumnya diaplikasikan untuk mensetting frequensi yang masuk ke midrange atau midbass.
fungsi crossover

Crossover dapat diaplikasikan dalam sistem aktif dan pasif, dalam sistem aktif berarti pembagian frequensinya atau pengaturan  LPF ( Low Pass Filter ) dan HPF ( High Pass Filter ) disetting sebelum masuk ke power ampli, sedangkan dalam sistem pasif pengaturan LPF ( Low Pass Filter ) dan HPF ( High Pass Filter ) diaplikasikan setelah power ampli. ( Lihat gambar berikut )

actif crossover
fungsi crossover

Uraian singkat perbedaan crossover aktif dan crossover pasif. Dalam sistem aktif  pembagian frequensinya masih dalam bentuk audio lemah jadi tiap kanal output-nya masih dikuatkan lagi dengan power ampli, sedangkan dalam sistem pasif sistem pembagian frequensinya hasil dari output power ampli

Kelebihan dan kekurangan sistem aktif dan sistem pasif.
Kelebihan pada sistem crossover aktif, mudah dalam tuning atau setting tiap pembagian frequensinya, mudah diaplikasikan untuk semua jenis speaker ( mengikuti spesifikasi speaker ) output dari power ampli bisa bekerja maksimal.
Kekurangan/kerugian menggunakan sistem aktif, instalasinya lebih ribet karena lebih banyak menggunakan perangkat yang terpisah pisah, riskan terhadap nois dan distorsi dari sistem instalasinya, bukan merupakan instalasi pendek
Kelebihan pada sistem crossover pasif, mudah dalam instalasinya, bisa menghasilkan suara yang lebih natural karena bisa diaplikasikan keinstalasi pendek, lebih aman dari nois dan distorsi
Kekurangan/kerugian menggunakan sistem pasif, tidak cocok untuk penggantian speaker yang beda spesifikasi, mengurangi energi dari power ampli karena terbebani oleh komponen komponen pasif yang ada pada crossover

Selasa, 31 Desember 2019

SUBWOOFER TUTORIAL

MENGOPTIMALKAN SUBWOOFER 

Dalam momen momen tertentu kita kadang membanding bandingkan sistem audio yang kita miliki kok tidak sebagus yang kita jumpai, misal pada demo di toko audio ataupun pada audio audio mobil yang kita jumpai di jalan raya, kadang kita termemory tentang suara dentuman bass yang kuat dan suara yang tetap terdengar bulat.
Untuk itu dikesempatan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman tetang instalasi subwoofer yang mudah mudahan dapat untuk mengkoreksi sistem audio yang kita miliki.
Untuk menghasilkan sistem audio yang optimal terutama pada reproduksi bassnya ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan.

mengoptimalkan subwoofer

1. PEMILIHAN DRIVER SUBWOOFER DAN TIPE BOXNYA
Secara umum ukuran subwoofer dirancang/direkomendasikan lebih besar dari midrange/midbassnya, untuk ukuran sangat relatif ada yang cuma 5 inc sampai 18 inc bahkan lebih, untuk pemilihan besar kecilnya ukuran subwoofer harus kita sesuaikan dengan kebutuhan secara sederhana bisa diartikan untuk ruang dengar yang lebih luas bisa kita pilih ukuran subwoofer yang lebih besar pula, akan tetapi semua itu tidak terlepas dari kwalitas dari masing masing subwoofer.
( contoh apabila ruang dengar kita 3x3meter dan ada 2 pilihan subwoofer yang ukurannya 10inc dan 12inc dengan harga yang sama, saya sarankan anda memilih yang 10inc ) 
Pemilihan tipe box untuk driver subwoofer, dalam prakteknya driver subwoofer dapat diaplikasikan untuk macam macam jenis/tipe box tetapi disini saya hanya akan memberikan 2 contoh yang sering kita jumpai yaitu tipe sealed ( box rapat ) dan ported ( box dengan tambahan lubang udara )
2 pilihan tipe box ini bisa kita pertimbangkan dengan selera kita karena kedua tipe ini pasti ada kelebihan dan kekuranganya.
Contoh apabila selera kita mendengarkan musik musik bernuansa klasic, pop, jass dan yang berirama kalem kita lebih cocok menggunakan box tipe sealed ( box rapat ) karena tipe box ini bisa memproduksi suara lebih natural respon audionya lebih tepat/bulat dan control tuningnya lebih bagus, akan tetapi box tipe ini efisiensi terhadap power ampli termasuk rendah jadi anda harus menggunakan power ampli yang lebih extra tenaganya.
Contoh apabila selera kita mendengarkan musik musik bernuansa lebih cadas r&b ataupun hip hop kita lebih cocok menggunakan box tipe ported ( box berlubang ) karena box tipe ini bisa menghasilkan energi yang lebih kuat/db naik, efisiensi tinggi, distorsi kecil asalkan ukuran boxnya tepat akan tetapi box tipe ini juga lebih rumit perhitungannya karena dengan ukuran yang terlalu besar ataupun terlalu kecil hasilnya akan mengecewakan.
Akan tetapi apabila subwoofer anda sudah terpasang pada box standart bawaan pabrikan saya sarankan tidak perlu dirubah lagi karena pihak pabrik sudah membuat box dengan perhitungan yang telah sesuai dengan spesifikasi subwoofernya.

2. PENGATURAN/SETTING PARAMETER
Pada tiap perangkat audio kadang berbeda beda tentang fitur atau kelengkapan settingannya makin lengkap settingan bisa dikatakan makin detail memfilter apa apa yang bisa diseseuaikan dengan spesifikasi perangakat dan sistem acustiknya, akan tetapi di sini saya hanya akan sedikit mengurai settingan yang paling dasar saja yaitu settingan LPF,PHASE,LEVEL DAN SLOPE
Tentang LPF ( low pass filter ) artinya membatasi meloloskan frequensi rendah yang akan diproduksi subwoofer kita dan membatasi frequensi tinggi agar tidak diproduksi oleh subwoofer kita, secara umum bisa disederhanakan subwoofer kita hanya layak ditugaskan memproduksi frequensi frequensi rendah saja misal 150hz ke bawah 120 - 100 - 80 - 50 - 30 nilai pemotongan frequensi itu tergantung dari settingan kita, utuk subwoofer sistem aktif bisa disetting pada fitur yang ada pada aktif subwoofer, sedangkan yang pasif bisa disetting pada power ampli ataupun pada control/head unitnya, makin rendah nilai frequensinya makin samar terdeteksi oleh indra pendengaran kita, makin tinggi nilai frequensinya makin sensitif/peka oleh indra pendengaran kita.
Perlu saya informasikan untuk level input yang sama makin tinggi frequensinya tugas power ampli makin enteng/ringan walaupun secara instan kita menganggap suara makin keras.
Makin rendah frequensinya tugas power ampli makin berat walaupun secara insta kita menganggap suara makin berat, akan tetapi bisa dipastikan dengan level yang sama getaran yang bisa dirasakan akan lebih kuat pada keinerja frequensi yang lebih rendah.
Tentang PHASE luangkan sedikit waktu untuk mengkoreksi tentang midbass kita, cek phase midbass kita antara suara kiri dan suara kanan apakah sudah bekerja selaras atau belum dengan cara putar balance ke kiri ataupun ke kanan, dengarkan suara dengan konsentrasi pada satu titik midbass kita yang bersuara sambil memutar posisi balance ke posisi netral lagi, apa bila suara yang dirproduksi oleh midbass tadi menurun atau melemah dipastikan phase antara midbass kanan dan kiri kita tidak selaras/seragam solusinya balik salah satu polaritas/kabel speaker midbass kita agar menjadi selaras/atau bekerja pada phase yang sama.
Kemudian selaraskan dengan phase subwoofer kita.

3. POWER AMPLI
Apa yang perlu kita koreksi tentang power ampli yang berperan untuk mensuply subwoofer.
Sebelum memastikan sebuah power ampli dapat mensuply sebuah subwoofer dengan maksimal ada baiknya kita melihat dulu spesifikasi antara subwoofer dan power ampli itu sendiri.
Contoh sebuah subwoofer dengan spesifikasi daya nominal 100watt dan daya maksimal 250watt maka subwoofer ini akan bekerja secara optimal dan aman ditopang dengan power ampli yang dayanya minimum 250watt.
( efek penggunaan power ampli yang kurang daya/wattnya, subwoofer tidak bisa bekerja secara maksimal, beresiko dengan subwoofer dan power ampli itu sendiri, mudah jebol atau terbakar, karena pada waktu konus/spool subwoofer bekerja maju mundur power ampli yang kurang dayanya akan keteteran mengotrol kinerja phasenya sebaliknya juga dengan subwoofernya )
Dalam klasifikasinya kita mengenal tipe tipe power ampli contohnya tipe class A, D, ataupun A-B.
ulasan singkat tentang klasifikasi ketiga tipe tersebut.
Class A tipe ini mengutamakan kwalitas produksi audio yang lebih bersih/jernih otomatis low noice dan THD rendah, akan tetapi efisiensinya juga sangat rendah, jadi power ampli tipe ini jarang diaplikasikan untuk mengumpankan ke subwoofer karena energinya kurang mumpuni.
Class D tipe ini mengutamakan efisiensi energi yang besar, bisa diartikan suply yang mengalir ke power ampli 300watt suply yang diterima oleh subwoofer bisa mendekati 300watt juga, tetapi tipe power ampli class D ini memiliki noice/THD yang lebih besar, menurut estetika untuk frequensi low/kinerja subwoofer nilai noice/THD memang sedikit boleh diabaikan karena samar terdeteksi oleh indra pendengaran kita ( menurut estetika range frequensi yang sensitif dengan indra pendengaran kita noice harus diperhitungkan nilai minimnya contoh midrange/midhigh )
Class A-B tipe ini bisa dilogikakan tipe yang mewakili titik tengah antara tipe class A dan class D, artinya masih mempertimbangkan nilai noice yang rendah dan efisiensi energi yang tinggi.
( untuk instalasi audio mid level atau entery level saya sarankan memilih tipe class A-B ataupun class D jangan memilih power ampli class A )

4. SISTEM ACUSTIK DAN PENEMPATANNYA
Cek benda benda yang ada disekeliling subwoofer, jauhkan benda benda yang sensitif terhadap energi suara/getaran bila memungkinkan pasang peredam pada dinding atau skat skat ruangan yang sensitif terhadap efek kinerja subwoofer.
Tempatkan subwoofer pada pojok ruangan, jangan terlalu dekat dengan speaker midbass karena mengurangi sifat indifidual subwoofer, artinya kita harus tetap bisa merasakan suara tengah seolah olah murni dari speaker midbass/bukan campuran dari subwoofer.
Untuk hasil SQ sound quality sebaikya konus subwoofer jangan langsung dipantulkan ke dinding, karena secara tidak sadar suara yang kita dengar adalah dominan suara pantulan gema/echo dan bisa diartikan itu adalah suara yang didelay, walaupun secara instan suaranya terdengar lebih kuat. 

SAMBUNGAN SPEAKER

FUNGSI POLARITAS SPEAKER

Pada setiap loadspeaker pasti mempunyai polaritas positif dan negatifnya, apa tujuannya?
maksud polaritas speaker adalah untuk menentukan speaker tersebut akan dirangkai secara in phase ataupun out of phase dalam istilah tekniknya, bekerja 0 drajat atau 180 drajat.
yang bisa dilogika dalam satu timeing konus loadsepeaker akan bergerak maju atau mundur.
Apa bedanya speaker dirangkai 0 drajat atau 180 drajat?
Menurut saya pribadi itu sama / sama saja.
kenapa harus ada polaritas atau phase speaker?
Itu karena untuk menyesuaikan dari multi speaker seri/pararel atau multi kanal/chanel dari amplifier.
Dalam perkembanganya instalasi audio dapat dimodif dan diaplikasikan ke banyak speaker dan ini yang paling berpengaruh pada pemasangan phase speaker, Contoh paling sederhana instalasi stereo 2 kanal dengan speaker fullrange speaker harus diinstalasi dengan phase yang sama kalau kanal L dari dari amplifier positif tersambung kespeaker positif, maka seharusnya kanal R dari amplifier juga harus demikian

CONTOH SAMBUNGAN YANG BENAR
cara memasang speaker

cara menyambung speaker

CONTOH SAMBUNGAN YANG SALAH
cara menyambung speaker

CONTOH SAMBUNGAN PARAREL YANG BENAR
sambungan seri speaker

CONTOH SAMBUNGAN PARAREL YANG SALAH
menyambung speaker seri

CONTOH SAMBUNGAN SERI YANG BENAR
sambungan speaker

CONTOH SAMBUNGAN SERI YANG SALAH
fase speaker


Dapatkah merusak amplifier? dan apa efeknya terhadap suara yang dihasilkan oleh speaker jika sambungan speaker salah?
Ada yang berpendapat tidak merusak amplifier, jawaban itu secara instan bisa dibenarkan akan tetapi secara jangka panjang itu sama saja memaksakan amplifier bekerja secara tidak semestinya lama lama akan berdampak juga terhadap kondisi amplifier apalagi amplifier high end atau ampli bi-polar, karena pada amplifier amplifier kelas atas telah diperhitungka efisiensi phasenya yang berpengaruh terhadap arus suply vcc-nya

Apa efek audio jika phasenya tidak kompak?
itu bisa diartikan siang minum jahe malam minum ice
momentum yang tidak pas, pada time phase yang sama saling akan membunuh atau flat, audio terasa terpendam tidak open dan amplifier akan bekerja berat, yang bisa digambarkan normalnya mendorong mobil dijalan yang rata sama mendorong mobil ditanjakan.
( ini saya umpakan pemasangan 2 buah woofer/fullrange  yang beda phase )

Modif phase pada instalasi 2 way 3 way 
Saya klaim audio adalah seni teknologi, karena tidak terlepas tentang kreasi dan inofasi,
Kita sering menjumpai rangkaian crossover yang jalurnya membalik phase pada driver mid dan highnya apa maksudya?
setiap produk pasti telah diuji coba dulu tetang hasil dan kwalitasnya, pembalikan phase pada driver mid atau high adalah untuk menambah dinamika kinerja audio atara kedua/ketiga driver tersebut.
Apakah phasenya tidak saling membunuh? mari kita urai bersama sama.
Pada instalasi 2 atau 3 way tiap tiap driver speaker sudah mendapat porsi range frequensi sendiri sendiri, maka pada pemotongan frequesi tertentu perbedaan phase tidak begitu pengaruh terhadap kinerja amplifier tetapi semua itu ada aturan mainnya, sedikit masukan dari saya tentang estetika pembalikan phase yang bisa untuk referensi 
polaritas speaker
Gambar diatas boleh diasumsikan atara woofer dan tweeter boleh diinstalasi beda phase dengan alasan range frequensi yang berbeda phase tidak terlalu dominan
polaritas speaker
Gambar diatas antara woofer dan tweeter harus diinstalasi dengan fase yang sama dengan alasan range frequensi yang diproduksi oleh woofer dan tweeter dominan


MEMILIH KABEL UNTUK AUDIO

SEBERAPA PENTING PERAN KABEL SPEAKER DAN RCA TERHADAP KUALITAS AUDIO

memilih kabel speaker
Bagi para pemula mungkin kabel audio adalah hal yang disampingkan tetapi beda bagi para audiophile, meskipun bisa dikatakan sepele tetapi kabel audio mempunyai peran yang sangat penting dalam kesatuan suatu instalasi audio
Perlu kita ketahui bersama tugas kabel speaker/rca audio adalah pengirim sinyal/energi yang terinstal seri dari setiap perangkat yang terpasang, baik dari player/head unit-control-power ampli dan speaker, untuk itu sangatlah disayangkan apabila kualitas sinyal audio yang bagus dikirimkan melewati kabel yang tidak standart atau berkualitas rendah.

KATEGORI KABEL YANG BAGUS

Kabel audio yang bagus mempunyai tahanan jenis yang kecil dan mempunyai sifat isolator noice yang besar
Karena tugas kabel adalah pengirim energi sinyal sinyal audio, baik sinyal lemah dan sinyal kuat maka bisa dirumuskan/dilogikakan sebagai berikut, misalkan sinyal yang dikirim dari amplifier 100 muatan, maka sinyal yang diterima oleh speaker sebaiknya juga mendekati 100 muatan, tidak boleh banyak berkurang ataupun bertambah.
Saya katakan bisa berkurang atau bertambahnya muatan dikarenakan sifat kabel yang mempunyai tahanan jenis dan pengaruh dari energi luar yang ikut terserap oleh kabel dan ikut terkirim keperangkat oudio/ ( noice )

kabel khusus speaker

 CARA MEMILIH KABEL AUDIO

Secara logika kabel yang bagus/berkualitas dipastikan lebih mahal ( itu benar ) karena kabel dari produk high end memang dirancang untuk membuat produk yang memang benar benar berkualitas yang tak lepas dari labs dan uji coba.
Jadi kita tak perlu heran lagi bila kita jumpai harga kabel yang sangat mahal ratusan ribu permeternya bahkan jutaan rupiah, memang mungkin itu sudah sepadan dengan material, kreasi, inovasi para perancang perancangnya.
Tapi apakah kita harus selalu memilih kabel yang lebih mahal untuk merancang/mengintalasi audio kita?
Itu adalah pertanyaan yang relatif, dan jawabanya juga relatif.
Dalam setiap produk/inovasi pasti ada klasifikasi, begitu pula dalam dunia audio. Ada entery level, mid level dan high end.
Jadi apabila perangkat kita masih dalam level entery kita tidak perlu menggunakan kabel yang high end kita bisa pilih produk yang entery level juga, dengan catatan tetap memakai standar kabel audio bukan kabel listrik.
( ini sama saja motor 100cc ngetrek di jalan tol )
Dan sebaliknya jika perangkat kita sudah produk produk high end ( cd,amplifier,speaker ) sangat disayangkan jika kita menggunakan kabel yang entery level/bukan standar kabel audio.
( ini sama saja mobil sport ngetrek di komplek )

KESIMPULAN MENURUT SAYA PRIBADI
kabel speaker yang bagus

1. Apakah menggunakan kabel audio yang bagus membuat audio kita menjadi bertambah lebih bagus? 
2. Apakah menggunakan kabel yang jelek membuat audio kita bertambah jelek?

1. Tidak! karena kabel tidak bisa menaikkan perfoma dari head unit, amplifier dan speaker.
pengunaan kabel yang bagus adalah untuk menjaga perfoma dari head unit, amplifier ataupun speaker

2. Iya! karena dengan menggunakan kabel yang jelek perfoma head unit, amplifier dan speaker akan turun

Senin, 30 Desember 2019

FUNGSI ELCO PADA TWEETER

FUNGSI ELCO PADA TWEETER

Sedikit tutorial tentang peran Tweeter dan Filter/crossofernya
Pada prinsipnya tweeter adalah keluarga loadspeaker yang khusus bertugas untuk memproduksi nada nada tinggi yang umumnya diatas 2Khz tergantung spesifikasi pada tiap tiap tweeternya itu sendiri,yang pasti sangatlah beresiko apabila tweeter dipasang tanpa filter/crossover karena akan kemasukan frequensi menengah dan frequnsi rendah yang seharusnya diproduksi oleh speaker midrange/woofer ataupun speaker tipe full range.
Contoh gambaran aplikasi pemasangan elco pada tweeter

GAMBAR 1
BOSS AUDIO
Gambar bagian 1 saya contohkan pemasangan elco pada tweeter berukuran 4,7micro farad dan saya gambarkan pada grafik pemotongan frequnsinya +/- 4khz.
Saya ilustrasikan suaranya CHAS CHAS CHAS

GAMBAR 2
CROSSOVER SEDERHANA
Gambar bagian 2 saya contohkan pemasangan elco pada tweeter berukuran 3,3micro farad dan saya gambarkan pada grafik pemotongan frequnsinya +/- 6khz.
Saya ilustrasikan suaranya CHES CHES CHES

GAMBAR 3
FUNGSI ELCO PADA TWEETER
Gambar bagian 3 saya contohkan pemasangan elco pada tweeter berukuran 4,7micro farad dan saya gambarkan pada grafik pemotongan frequnsinya +/- 8khz.
Saya ilustrasikan suaranya CHIS CHIS CHIS

Dari uji coba ke 3 experimen di atas dapat disimpulkan untuk pemasangan elco 4,7micro farad reproduksi tweeternywa terdengar lebih kuat/power full akan tetapi lebih terdengar kasar dan sangat beresiko tweeter mudah putus/rusak, sedangkan pemasangan elco 2,2micro farad reproduksi tweeternya terdengar lebih halus/tipis akan tetapi tweeter lebih aman.